Arahan untuk Generasi Baru Pendidikan Sejarah
Surabaya, 18 Agustus 2026. Memasuki dunia perguruan tinggi merupakan sebuah fase penting dalam perjalanan akademik dan pembentukan karakter mahasiswa. Bagi mahasiswa baru Program Studi S1 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya, momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi ruang awal untuk mengenal lingkungan akademik, budaya organisasi, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar Pendidikan Sejarah.
Dalam suasana penuh semangat tersebut, Pembina Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMP), Mahmud, M.Hum., bersama Ketua HMP Pendidikan Sejarah, Muhammad Farhan, mahasiswa angkatan 2024, menyampaikan arahan kepada mahasiswa baru. Arahan tersebut tidak sekadar menjadi sambutan formal, tetapi menjadi pesan penting agar mahasiswa baru mampu memandang kehidupan kampus sebagai ruang untuk bertumbuh, belajar, berorganisasi, dan membangun jejaring.
Mahmud, M.Hum. menekankan bahwa menjadi mahasiswa Pendidikan Sejarah bukan hanya tentang memahami kronologi peristiwa masa lampau. Lebih dari itu, mahasiswa sejarah dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, membaca perubahan sosial, memahami dinamika masyarakat, serta mengambil pelajaran dari pengalaman historis untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Sejarah, dengan demikian, bukan sekadar hafalan tentang tokoh dan tahun, melainkan cara berpikir untuk memahami kehidupan secara lebih mendalam.
Sementara itu, Muhammad Farhan mengajak mahasiswa baru untuk tidak ragu mengambil bagian dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan. HMP Pendidikan Sejarah diharapkan menjadi ruang bersama untuk mengembangkan potensi, membangun solidaritas, melatih kepemimpinan, dan memperluas pengalaman di luar ruang kelas. Menurutnya, perjalanan menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan keberanian untuk berproses dan berkontribusi.
PKKMB akhirnya menjadi titik awal sebuah perjalanan baru. Dari ruang perkenalan menuju ruang pembelajaran, dari mahasiswa baru menuju calon pendidik dan intelektual muda, mereka diajak untuk menapaki perjalanan akademik dengan rasa ingin tahu, integritas, dan semangat kolaborasi.
Pesan yang mengemuka sederhana namun bermakna: jadilah mahasiswa yang tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi mampu menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk membaca zaman dan menciptakan masa depan.