Hari Kebangkitan Nasional 2026 (Indonesia)
Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, keluarga besar S1 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya menegaskan kembali bahwa kebangkitan bangsa bukanlah sekadar peristiwa historis yang dikenang setiap tahun, melainkan energi moral dan intelektual yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanggal 20 Mei mengingatkan kita pada lahirnya kesadaran kolektif bangsa Indonesia untuk bangkit dari keterbelakangan, penjajahan, dan perpecahan menuju cita-cita kemerdekaan, keadilan, dan kemajuan.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks—disrupsi digital, krisis identitas, polarisasi sosial, hingga derasnya arus informasi—generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran historis, karakter kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan sejarah memiliki peran strategis dalam membangun daya kritis masyarakat agar tidak tercerabut dari akar sejarahnya sekaligus mampu membaca masa depan secara visioner.
Semangat kebangkitan hari ini harus diwujudkan melalui budaya literasi, inovasi, kolaborasi, dan keberanian berpikir kritis demi kemajuan Indonesia. Mahasiswa Pendidikan Sejarah tidak cukup hanya menjadi penghafal peristiwa masa lalu, tetapi harus tampil sebagai intelektual muda yang mampu mentransformasikan nilai-nilai sejarah menjadi solusi atas persoalan sosial kontemporer. Sejarah mengajarkan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mampu belajar dari pengalaman kolektifnya, menjaga persatuan, dan terus bergerak maju menghadapi perubahan zaman.
Mari menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat optimisme, solidaritas, dan komitmen kebangsaan. Dengan semangat persatuan dan kesadaran sejarah yang kuat, S1 Pendidikan Sejarah FISIPOL UNESA siap berkontribusi melahirkan generasi yang kritis, humanis, dan berintegritas demi Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkeadaban.
