Perkuliahan Luar Kelas (PLK) Pendidikan Sejarah Tahun 2026
Perkuliahan Luar Kelas (PLK) merupakan salah satu strategi pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi sejarah melalui pengalaman belajar langsung di lapangan. Dalam pendidikan sejarah, penguasaan konsep tidak hanya diperoleh melalui kajian tekstual di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan situs, artefak, monumen, dan ruang-ruang historis yang menjadi jejak perjalanan bangsa. Oleh karena itu, Program Studi S1 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) Tahun 2026 sebagai wahana akademik yang mengintegrasikan teori, observasi lapangan, refleksi kritis, dan penguatan kompetensi profesional calon pendidik sejarah.
Kegiatan ini ditujukan kepada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Sejarah angkatan 2024 dan angkatan 2025 yang sedang menempuh Mata Kuliah Sejarah Indonesia Masa Islam dan Sejarah Indonesia Masa Pergerakan. Sebanyak 336 mahasiswa akan terlibat dalam kegiatan yang dirancang untuk memperkaya wawasan historis, meningkatkan kemampuan analisis sumber sejarah, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya dan nilai-nilai kebangsaan.
Pemilihan Surakarta dan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kekayaan sumber sejarah yang dimiliki kedua kota tersebut. Surakarta dan Yogyakarta merupakan pusat perkembangan kebudayaan Jawa, penyebaran Islam, serta dinamika pergerakan nasional Indonesia. Berbagai situs bersejarah, keraton, museum, dan monumen yang berada di kedua wilayah ini menjadi laboratorium belajar yang memungkinkan mahasiswa memahami hubungan antara fakta sejarah, konteks sosial, dan proses perubahan masyarakat dari masa ke masa.
Melalui kegiatan PLK ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan teoritis yang diperoleh dalam perkuliahan dengan realitas sejarah yang ditemukan di lapangan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan observasi, dokumentasi, interpretasi, dan penulisan sejarah yang merupakan kompetensi penting bagi calon guru sejarah. Dengan demikian, PLK tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter intelektual yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab dalam memahami serta mewariskan nilai-nilai sejarah kepada generasi mendatang.
