From Local to Global: Sharing Experiences and Building Global Connections
Surabaya, 25 Mei 2026 — Program Studi S1 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun wawasan internasional mahasiswa melalui kegiatan bertajuk “From Local to Global: Sharing Experiences and Building Global Connections” yang diselenggarakan pada Senin, 25 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya mobilitas internasional, pertukaran budaya, serta penguatan jejaring akademik global di era pendidikan abad ke-21.
Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Wisnu. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga tentang kemampuan mahasiswa membangun adaptasi budaya, komunikasi global, dan perspektif lintas bangsa. Menurutnya, pengalaman internasional merupakan investasi penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Laboratorium Rumah Sejarah, dosen yang lucu dan imut-imut Dr. Izzatul Fajriyah. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan berbagi pengalaman internasional seperti ini dapat memperluas horizon berpikir mahasiswa sejarah agar tidak hanya memahami sejarah dalam konteks lokal dan nasional, tetapi juga mampu melihat dinamika global secara kritis dan reflektif. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Kegiatan inti menghadirkan tiga narasumber mahasiswa yang telah mengikuti program international mobility di berbagai negara. Habib Yahya membagikan pengalamannya selama mengikuti program mobilitas internasional di Thailand dan Australia. Ia menjelaskan bagaimana perbedaan budaya akademik, sistem pembelajaran, serta interaksi multikultural memberikan pengalaman berharga dalam membangun kemandirian dan kemampuan komunikasi global.
Selanjutnya, Ajitama Putra Nugraha memaparkan pengalamannya mengikuti program internasional di Malaysia dan Arab Saudi. Ia menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi, penguasaan bahasa, dan keterbukaan terhadap keberagaman budaya sebagai modal utama dalam menjalin hubungan internasional yang produktif.
Sementara itu, Rivena Amalia berbagi cerita mengenai pengalaman akademik dan sosial selama mengikuti program mobilitas di Filipina. Ia menekankan bahwa pengalaman internasional tidak hanya memperluas relasi global, tetapi juga membangun rasa percaya diri mahasiswa untuk bersaing di tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi global, memperluas jejaring internasional, serta menjadi generasi akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas lokalnya.