Program Studi S1 Pendidikan Sejarah UNESA dan Universiti Malaya Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Program Mobilitas dan Riset Bersama
Kuala Lumpur, 3 Juni 2025 — Program Studi S1 Pendidikan Sejarah,
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universiti Malaya (UM) sepakat
mempererat hubungan akademik antarnegara melalui berbagai program kolaboratif
yang disepakati dalam kunjungan resmi delegasi UNESA ke kampus UM pada Selasa,
3 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam penguatan jejaring
keilmuan di Asia Tenggara. Dalam diskusi tersebut delagasi Program Studi S1
Pendidikan Sejarah Univesitas Negeri Surabaya yang terdiri atas Koordinator
Program Studi S1 Pendidikan Sejarah, Bapak Prof. Dr. Wisnu, M.Hum., didampingi
oleh dosen Program Studi S1 Pendidikan Sejarah yakni, Ibu Dr. Izzatul Fajriyah,
M.Pd., dan Bapak Muhammad Refi Omar Ar-Razy, M.Hum. disambut dengan hangat oleh
perwakilan Universiti Malaya, Dr. Salina Zainol.
Pertemuan
ini menghasilkan komitmen kedua universitas untuk menyelenggarakan kuliah tamu
timbal balik. Dalam skema ini, dosen dari UNESA dan UM akan saling mengisi
forum akademik, mulai dari kuliah umum, seminar, hingga diskusi ilmiah yang
akan memperkaya wawasan mahasiswa serta mempererat pertukaran pengetahuan.
Delegasi Program Studi S1 Pendidikan Sejarah diwakili oleh Koordinator Program
Studi S1 Pendidikan Sejarah, Bapak Prof. Dr. Wisnu, M.Hum., didampingi oleh
dosen Program Studi S1 Pendidikan Sejarah yakni, Ibu Dr. Izzatul Fajriyah,
M.Pd., dan Bapak Muhammad Refi Omar Ar-Razy, M.Hum. disambut dengan ramah oleh
Dr. Salina Zainal
Kesepakatan
penting lainnya adalah pelaksanaan program mobilitas mahasiswa selama satu
semester. Mahasiswa dari kedua belah pihak akan mendapat kesempatan belajar
langsung di kampus mitra, tidak hanya untuk memperkuat kompetensi akademik,
namun juga sebagai sarana pertukaran budaya dan pembangunan soft skills yang
berkelanjutan. Dalam bidang riset, kedua institusi berkomitmen menjalin kerja
sama penelitian produktif, termasuk proyek bersama, pertukaran data, dan
publikasi ilmiah kolaboratif. Fokus riset diarahkan pada isu-isu strategis
nasional dan regional, dengan keterlibatan langsung Dr. Salina Zainol sebagai
mitra peneliti utama dari pihak UM.
Tidak
hanya itu, kerja sama juga mencakup pengembangan laboratorium sejarah,
khususnya dalam pengelolaan koleksi dan penggunaan media pembelajaran berbasis
teknologi. Kedua institusi akan saling berbagi sumber daya dan pengalaman untuk
meningkatkan kualitas laboratorium sejarah masing-masing. Dalam kesempatan
tersebut, perwakilan Universiti Malaya, Dr. Salina Zainol juga turut
mengapresiasi beberapa inovasi yang dilakukan oleh Laboratorium Rumah Sejarah
UNESA, yakni tak lain adalah program Obrolan Sejarah Masa Kini (ORASI), hingga
Deeptalk Bareng Mahasiswa dan Alumni (Dititeni)
Kolaborasi
ini diharapkan dapat mencerminkan semangat integrasi akademik antar negara
serta tekad bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih
terbuka, inovatif, dan berdampak untuk segenap mahasiswa dari kedua institusi.